Prevalensi obesitas berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) di Papua pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 15,6% dan 13,5% pada remaja usia 16-18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan obesogenik dengan kejadian obesitas pada remaja di Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja usia 15-19 tahun di SMA Negeri 4 Kota Jayapura dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Hasil penelitian diperoleh bahwa remaja yang mengalami obesitas sebanyak 51 orang (51,0%) dan yang tidak obesitas sebanyak 49 orang (49,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor konsumsi minuman manis (p-value = 0,041), dan perilaku sedentary (p-value = 0,042) signifikan bermakna dengan kejadian obesitas. Sedangkan konsumsi makanan cepat saji (p-value = 0,164) tidak signifikan bermakna dengan kejadian obesitas. Kesimpulan penelitian yaitu faktor konsumsi minuman manis dan perilaku sedentary signifikan berhubungan dengan kejadian obesitas, sedangkan faktor konsumsi makanan cepat saji tidak signifikan bermakna dengan kejadian obesitas.
Copyrights © 2024