Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DETERMINAN AKTIVITAS SELF-CARE PADA PASIEN DM TIPE 2 DI RSUD LABUANG BAJI Natalia Paskawati Adimuntja
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 4, No 1 (2020): APRIL: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.919 KB) | DOI: 10.35971/gojhes.v4i1.4483

Abstract

Epidemiological transitions are characterized by increasing non-communicable diseases in the community. One of the non-communicable diseases that are found is Diabetes Mellitus (DM) type 2 disease. The purpose of this research is to know the determinant of self-care diabetes activity in patients with type 2 diabetes at the Labuang Baji Hospital in Makassar City. The research design is cross-sectional study. The population is all patients with type 2 diabetes DM treatment in 2016. Sampling is done by probability sampling technique with simple random sampling method and the number of sample 136 people. The results showed that respondents with self-care activities were less than 35 people (25.7%) and respondents with good self-care activities as many as 101 people (74.3%). The result of bivariate analysis (chi-square) showed that significant factor was correlated with self-care activity of DM type 2 patients with p-value
DETERMINANT OF SADARI BEHAVIOR IN THE EARLY DETECTION EFFORT OF BREAST CANCER AMONG FEMALE STUDENTS IN THE PUBLIC HEALTH FACULTY OF CENDERAWASIH UNIVERSITY Natalia Paskawati Adimuntja; Muhammad Akbar Nurdin; Zul Fikar Ahmad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 2 (2022): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i2.13998

Abstract

Abstrak Jumlah kasus baru kanker payudara pada perempuan di Indonesia tahun 2020 sebanyak 65. 858 (30,8%) kasus dan menjadi penyumbang kematian tertinggi kedua yaitu sebanyak 22.430 (9,6 %). Salah satu upaya pencegahan kanker payudara adalah screening. Cakupan perempuan yang mendapatkan screening, terendah berada di Papua yakni sebesar 0,91%. Kebaruan dalam penelitian ini adalah Determinan Perilaku Sadari sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara pada Mahasiswi FKM UNCEN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi FKM UNCEN. Jenis penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian yakni semua mahasiswi angkatan 2018 dan 2019 di lingkungan FKM UNCEN, Sampel sebanyak 250 orang dipilih menggunakan teknik stratified proportional random sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang tidak berperilaku SADARI sebesar 62,0% dan yang berperilaku SADARI sebesar 38,0%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara umur (p= 0,047) pengetahuan (p= 0,001), sikap (p= 0,006), keterpaparan informasi (p= 0,049) dan dukungan keluarga (p= 0,000) dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi FKM UNCEN. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor umur, pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi dan dukungan keluarga terkait dengan perilaku SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara pada mahasisiwi FKM UNCEN. Kata kunci : Kanker Payudara; Mahasiswi; Perilaku SADARI Abstract New cases of breast cancer in  Indonesian women of 2020 was 65.858 (30,8%) cases and the second highest contributor to death was 22.430 (9,6%). One of the efforts to prevent breast cancer is screening. The coverage of women who received screening was the lowest in Papua, which was 0,91%. The novelty in this research is the Determinants of Conscious Behavior as Early Detection of Breast Cancer in FKM UNCEN students. This study aims to determine the factors associated with BSE behavior as an early detection of breast cancer among female students in public health faculty of Cendewasih University. The research population is all students of the 2018 and 2019 batches in the UNCEN FKM environment. A total of 250 samples were selected using a stratified proportional random sampling. Statistical analysis using Chi-square test and logistic regression test. The results showed that respondents who did not behave BSE were 62,0% and those who behaved BSE were 38,0%. The results of the statistical test showed that there was a significant relationship between age (p=0,047), knowledge (p=0,001), attitude (p=0,006), information exposure (p=0,049) and family support (p=0,000) with BSE behavior as early detection breast cancer among female students in the public health faculty of Cenderawasih University. This study suggests that female students are expected to be able to increase awareness of BSE behavior as an early detection of breast cancer and it is hoped that an increase in health education within the family is expected. Keywords: Breast cancer;  BSE behavior; Students
Socialization of Stunting Prevention with Education to Improve Diet Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Zul Fikar Ahmad
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.586 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i2.2795

Abstract

Elderly is an advanced stage of the life process decreasing the body's ability to adapt to the environment. Degenerative disease is a disease that occurs due to decreased organ function, including hypertension, rhematoid arthritis, stroke, diabetes mellitus. Various strategies are pursued to improve health status and reduce morbidity in the elderly. One of them is through physical activity that is in accordance with the physical condition of the elderly and is carried out regularly. In addition, increasing knowledge through counseling which aims to help the elderly make decisions and determine a healthy lifestyle. The purpose of this activity is to improve the quality of life of the elderly. The method used is by doing elderly exercise with pre and post blood pressure checks so that it can be seen the significance of the benefits of exercise. In addition, counseling was carried out using lecture, discussion and question and answer methods. The target audience for this community service program is the elderly (elderly) in the Poskesdes Village of Benteng who are physically categorized as doing sports / physical activity for the elderly. The results of this activity show that the effectiveness of elderly gymnastics has an effect on reducing blood pressure. And from counseling, the results of the evaluation show that the elderly understand and understand the concept of healthy elderly people related to the pandemic.
DETERMINANT ANALYSIS OF STUNTING INCIDENCE OF TODDLERS AGED 12-59 MONTHS IN WEST AND EAST KOYA VILLAGES, JAYAPURA CITY Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati Asriati
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16699

Abstract

Double burden atau masalah gizi ganda salah satunya ditandai dengan tingginya prevalensi stunting. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia yakni 27,7%. Prevalensi stunting di Papua sebesar 29,5%. Sedangkan data prevalensi kota Jayapura yakni sebesar 22,9%. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang determinan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Sampel penelitian ini berjumlah 100 responden balita usia 12-59 bulan di kelurahan koya barat dan timur yaitu sebanyak 769 balita. Wawancara mengggunakan kuesioner dan recall 24 jam untuk menilai keragaman pangan. Uji statistik yang digumakan untuk melihat hubungan yaitu uji chi-square (x2) dan uji Fisher Exact jika nilai expect countnya 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa balita yang mengalami stunting sebanyak 13 orang (13,0%) dan yang tidak stunting sebanyak 87 orang (87,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel keragaman pangan (p-value=0,024) signifikan berhubungan dengan kejadian stunting, sedangkan pendidikan ibu (p-value=0,763), pekerjaan ibu (p-value=0,120), pemberian ASI Eksklusif (p-value=0,765), status imunisasi (p-value=0,509), dan penyakit infeksi (p-value=0,367) tidak signifikan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura. Kesimpulan penelitian ini yaitu keragaman pangan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Kelurahan Koya Barat dan Timur Kota Jayapura.Kata kunci: Determinan; Stunting; Balita 12-59 bulan AbstractDouble burden or double nutrition problem, one of which is characterized by a high prevalence of stunting. The majority of stunting in children under five in Indonesia is 27.7%. The bulk of stunting in Papua is 29.5%. Meanwhile, the prevalence data for Jayapura city is 22.9%. The novelty of this study is because it examines the determinants of stunting incidence in toddlers aged 12-59 months. This study aims to determine the determinants of stunting incidence in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages of Jayapura City. The type of research used is observational research with a cross-sectional study design. The sample of this study was 100 respondents under the age of 12-59 months in the west and east Koya villages, namely 769 toddlers. Interviews used 24-hour questionnaires and recall to assess food diversity. The statistical tests used to see the relationships are the chi-square test (x2) and the Fisher Exact test if the expected count value is 5%. The results of the study obtained 13 children (13.0%) children who were not stunted (87.0%) and 87 people who were not checked (87.0%). The results of the bivariate analysis showed that the variables of food diversity (p-value = 0.024) were significantly related to the incidence of stunting, while maternal education (p-value = 0.763), maternal occupation (p-value = 0.120), exclusive breastfeeding (p-value = 0.765), immunization status (p-value = 0.509), and infectious diseases (p-value = 0.367) were not significantly associated with the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages, Jayapura City. This study concludes that food diversity is related to the incidence of stunting in toddlers aged 12-59 months in West and East Koya Villages, Jayapura City.Keywords: Determinants; Stunting; Toddlers 12-59 months
AN OVERVIEW OF THE NUTRITIONAL STATUS OF PREGNANT WOMEN IN THE SARMI PUSKESMAS WORK AREA, SARMI REGENCY Sarni RanteAllo Bela; Natalia Paskawati Adimuntja; Claritha Angelita Kyeuw-Kyeuw
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16476

Abstract

Kehamilan merupakan masa terpenting untuk pertumbuhan janin. Salah satu faktor mempengaruhi keberhasilan suatu kehamilan adalah status gizi, Usia ibu hamil, Pendidikan ibu hamil, Pekerjaan, Pendapatan, dan Pengetahuan. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran status gizi ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Sarmi Kota Kabupaten Sarmi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 51 sampel dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini di lakukan di Puskesmas Sarmi Kota. Analisis univariat menggunakan Uji Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 28 ibu hamil (54,9%) berusia remaja dan 23 ibu hamil (45,1%) berusia dewasa, sebanyak 29 ibu hamil (56,9%) memiliki pendidikan rendah dan sebanyak 22 ibu hamil (43,1%) memiliki pendidikan tinggi, sebanyak 28 suami ibu hamil (54,9%) yang tidak bekerja dan 23 suami ibu hamil (45,1%) yang bekerja, sebanyak 29 suami ibu hamil (56,9%) memiliki pendapatan rendah dan 22 suami ibu hamil (43,1%) pendapatan tinggi, sebanyak 27 ibu hamil (52,9%) dengan pengetahuan kurang dan 24 ibu hamil (47,1%) dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 ibu hamil (62,7%) lila 25,3cm. Kesimpulan paling banyak ibu hamil berusia remaja (54,9%), ibu hamil dengan tingkat pendidikan rendah (56,9%), ibu hamil yang memiliki suami yang tidak bekerja (54,9%), ibu hamil dengan pendapatan rendah (56,9%), ibu hamil dengan pengetahuan kurang (52,9%), dan paling banyak ibu hamil yang memiliki LILA   25,3 cm (62,7).Kata kunci: Ibu Hamil ; Kehamilan; Status Gizi. AbstractPregnancy is the most important period for fetal growth. One of the factors influencing the success of a pregnancy is nutritional status, Age of pregnant women, Education of pregnant women, Occupation, Income, and Knowledge. This study aims to determine the nutritional status of pregnant women in the Sarmi health center work area, Sarmi Regency. This research is a type of quantitative research. The samples in this study were 51 samples with sampling using simple random sampling techniques. Data collection was carried out using questionnaires. This research was conducted at the Sarmi City Health Center. Univariate analysis using Descriptive Test. The results showed that as many as 28 pregnant women (54.9%) were teenagers and 23 pregnant women (45.1%) were adults, as many as 29 pregnant women (56.9%) had low education and as many as 22 pregnant women (43.1%) had higher education, as many as 28 pregnant women's husbands (54.9%) were not working and 23 pregnant women's husbands (45.1%) were working, as many as 29 pregnant women's husbands (56.9%) had low incomes and 22 pregnant women's husbands (43.1%) had high incomes,  A total of 27 pregnant women (52.9%) with less knowledge and 24 pregnant women (47.1%) with good knowledge, as many as 32 pregnant women (62.7%) lila 25.3cm. The conclusion was that most pregnant women were in their teens (54.9%), pregnant women with low education levels (56.9%), pregnant women who had unemployed husbands (54.9%), pregnant women with low incomes (56.9%), pregnant women with less knowledge (52.9%), and the most pregnant women who had LILA 25.3 cm (62.7).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PENYAKIT KUSTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAENA KOTA JAYAPURA Katarina Lodia Tuturop; Natalia Paskawati Adimuntja; Kristina Hutasoit
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.17530

Abstract

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang berbagai bagian tubuh. Kebaruan dalam penelitian ini karena meneliti tentang faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja puskesmas waena kota jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian penyakit kusta di wilayah kerja Puskesmas Waena, Kota Jayapura. Jenis penelitian adalah observasional, dengan rancangan case control study. Populasi penelitian adalah penderita Kusta yang berkunjung ke Puskesmas Waena tahun 2020–2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dimana jumlah sampel kasus dan control sebanyak 44 orang dengan perbandingan 1:1. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariate menggunakan uji regresilogistik. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada pengaruh antara riwayat kontak (p=0,00; OR=21,42), kebiasaan mencuci tangan (p=0,03; OR=4,91), kebiasaan meminjam pakaian (p=0,00; OR=12,00), kebiasaan membersihkan lantai rumah (p=0,00;OR=16,88), dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi (p=0,48; OR=1,09), kebiasaan menggunakan handuk (p=0,31; OR=2,57), kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut (p=0,06; OR=4,08), kebiasaan mencuci rambut (p=0,74; OR=1,52), kebiasaan tidur bersama (p=0,09; OR=4,38) dengan kejadian penyakit kusta. Hasil analisis multivariat menunjukkkan bahwa variabel yang paling dominan terhadap kejadian penyakit kusta adalah riwayat kontak (p=0,00;OR=17,44). Kesimpulan bahwa Ada risiko antara riwayat kontak, kebiasaan mencuci tangan, kebiasaan meminjam pakaian, kebiasaan membersihkan lantai rumah, dengan kejadian penyakit kusta, dan tidak ada risiko antara kebiasaan mandi, kebiasaan menggunakan handuk, kebiasaan mengganti seprai, sarung bantal dan selimut, kebiasaan  mencuci rambut, kebiasaan tidur bersama dengan kejadian penyakit kusta. 
PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR PADA PENYAKIT ANEMIA DI KAMPUNG YOKA Lina Ba’ka; Inriyanti Assa; Asriati Asriati; Dolfinus Yufu Bouway; Katarina L. Tuturop; Natalia Paskawati Adimuntja
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 2 (2023): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i2.18640

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Anemia memiliki berbagai faktor yang mempengaruhi termasuk faktor gizi, genetik, dan penyakit menular. Kebaruan dalam penelitian ini karena menganalisis pengetahuan dan sikap wanita usia subur pada penyakit anemia di kampung Yoka. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap Wanita Usia Subur (WUS) pada Penyakit Anemia di Kampung Yoka, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian, sedangkan pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian dengan cara mengukur indikator-indikator variabel penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 679 Kepala Keluarga yang berdomisili di wilayah Kampung Yoka. Sampel pada penelitian ini adalah 85 orang wanita usia subur dari 679 KK di Kampung Yoka dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis univariat, dari 85 Wanita Usia Subur, diketahui 41 (48,2%) yang Tidak Anemia dan 44 (51,8%) yang Anemia dengan kategori Anemia Ringan sebanyak 17 (38,6%) responden, dan anemia sedang sebanyak 27 (61,4%) responden, terdapat 14 (16,5%) dengan pengetahuan baik, 31 (36,5%) dengan pengetahuan cukup, 40 (47,0%) dengan pengetahuan kurang, 51 (60,0%) dengan sikap positif, dan 34 (40,0%) dengan sikap negatif.  Simpulan dari penelitian ini adalah mayoritas wanita usia subur yang mengalami anemia, mayoritas memiliki pengetahuan yang kurang dan mayoritas memiliki sikap yang baik. 
Perilaku Pencegahan Obesitas pada Mahasiswa Universitas Cenderawasih Natalia Paskawati Adimuntja; Asriati Asriati; Muhammad Akbar Nurdin
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.737

Abstract

Prevalensi status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada penduduk umur >18 tahun di Indoensia yang mengalami obesitas sebesar 21,8%. Penduduk >18 tahun di Papua yang mengalami obesitas berdasarkan kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 20,2%. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan obesitas pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa di lingkungan Universitas Cenderawasih dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Cara penarikan sampel menggunakan teknik kuota sampling. Analisis data yakni analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik chi-square (x2). Hasil penelitian menemukan sebagian besar responden tidak sering makan makanan selingan yakni sebanyak 86 orang (86%) dan sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik berat yakni sebanyak 79 orang (79%). Hasil analisis bivariat (chi-square) menunjukkan pengetahuan (p= 0,034) dan dukungan keluarga (p= 0,032) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku makan makanan selingan. Sedangkan persepsi (p= 0,017) berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik pada mahasiswa Universitas Cenderawasih. Kesimpulan penelitian yaitu pengetahuan dan dukungan keluarga signifikan berhubungan dengan perilaku makan makanan selingan, sedangkan persepsi signifikan berhubungan dengan perilaku aktivitas fisik pada mahasiswa Universitas Cenderawasih.
Analisis Aktivitas Fisik Remaja Papua Untuk Pencegahan Hipertensi Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Lisda Oktavia M. Pamangin; Helen Try Juniasti
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 2 (2023): April 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i2.738

Abstract

Hipertensi dianggap sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut, namun seiring berjalannya waktu muncul berbagai penelitian yang menyatakan hipertensi dapat muncul pada usia remaja. Hipertensi yang muncul saat remaja akan berlanjut sampai dewasa, hal tersebut akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pencegahan hipertensi pada mahasiswa Universitas Cenderawasih khususnya pada niat untuk melakukan aktivitas fisik pada mahasiswa. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Mei – Juli 2021. Sumber data dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh dengan survey melalui kuesioner online. Sampel dalam penelitian adalah mahasiswa Universitas Cenderawasih sebanyak 100 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dengan uji korelasi Pearson dengan Confidence Interval 95%. Sebanyak 50% responden berniat melakukan aktivitas fisik seperti jalan cepat selama 30 menit tiga kali dalam seminggu dan menghindari kegiatan sedentary seperti terlalu lama bermain sambil memainkan ponsel. Faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku memiliki korelasi yang positif dengan niat responden dalam melakukan aktivitas fisik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan faktor sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku secara statistik signifikan dengan niat remaja melakukan aktivitas fisik (p=0,0000). Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku dengan niat mahasiswa melakukan aktivitas fisik.
Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri, Mahasiswa FKM Universitas Cendrawasih Katarina Lodia Tuturop; Konstantina Martina Pariaribo; Asriati Asriati; Natalia Paskawati Adimuntja; Muhammad Akbar Nurdin
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 June 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v2i1.46797

Abstract

Anemia is a problem health global society that occurs in developing countries as well as developed countries. The effect of anemia on everything age have consequence big for health man as well as burden social economy. The impact of anemia on adolescents is existence lateness growth physical, disorder behavior as well as emotional that can affect the process of growth and development cell lowering brain _ power stand body, easy weak and hungry, concentration study disturbed, and lack of productivity. Anemia that occurs with age teenager could continue until age adults who can contribute high maternal and infant mortality rates _ premature birth, and LBW. Remember the impact that can caused if somebody have anemia, it is very important to do effort prevention of anemia. Efforts that can conducted is through screening for anemia inadolescents princess and education about prevention of anemia.  This activity was held in the Hall of the Faculty of Public Health Uncen on Wednesday, September 28, 2022 with participants teenager Princess aged 15-24 years. The results of this screening activity are: most participants _ 20 years old that is as much as 49.50%, and the incidence of anemia was found in the mild category as much as 7.93% and most do not suffer from anemia (92.07%).
Co-Authors Almira, Faridha Amin, Annisa Rizky Ananda Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati Asriati, Asriati Ayu, Nurul Fitri B. Hutadjulu, Marlina Bangalino, Dyvano Mars Rezki Bouway, Dolfinus Bouway, Dolfinus Y. Claritha Angelita Kyeuw-Kyeuw dewi, citra kumala Dolfinus Y Bouway Dolfinus Yufu Bouway Frans Asmuruf Hasmi Hasmi Hasmi Helen Try Juni Asti Helen Try Juniasti Imbiri, Frits Inriyanti Assa Inriyanti Assa Inriyanti Assa Iribaram, Ibrahim Ismail Irma Puspitasari, Irma Issac, Fransina Alfonsina Ita, Nora Izaac, Fransina Alfonsina Juniasti, Helen Try Katarina L. Tuturop Katarina L. Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Lodia Tuturop Katarina Tuturop Konstantina Martina Pariaribo Konstantina Pariaribo Kristina Hutasoit lamria simanjuntak Lina Ba’ka Lisda Oktavia M. Pamangin Lisda Oktavia Madu Pamangin Mamoribo, Sherly Mamoribo, Sherly Novita Maturbongs, Margaretha Rosari Mayor, Anita Feronika Nabuasa, Chrisin Debora Nabuasa, Christin Debora Nur, Syaharuddin Nurdin, Muhammad Akbar Pamangin , Lisda Oktavia M. Pamangin, Lisda Oktavia Pamangin, Wilda Wijayani Pariaribo, Konstantina Pariaribo, Konstantina M Pariaribo, Konstantina Marthina Rahim, Muh. Taufik Rizal Rego, Melvy Lisandra Ristina Rosauli Harianja Rumlaklak, Margaretha Falentine Rupilu, Vrensca C. M. Sarni Rante Allo Bela Serliana, Fadila Tappy, Melkior Tingginehe, Rosmin Mariati Tuturop, Katarina Tuturop, Katarina L Tuturop, Katarina Lodia Violita, Fajrin Wahyuti, Wahyuti Wakum, Arnold Yane Tambing Yufuai, Agustina Yufuai, Agustina R Yufuai, Agustina Regina Zul Fikar Ahmad Zulfikar Ahmad