Myastenia Gravis adalah penyakit autoimun neurologis yang ditandai dengan kegagalan transmisi pada taut saraf otot atau neuromuscular junction (NMJ). Autoantibodi yang paling sering ditemukan pada pasien myasthenia gravis yaitu antibodi terhadap reseptor asetilkolin. Insidens terjadinya myastenia gravis adalah 61.33 kasus per juta orang per tahun dan insidens global pada myastenia gravis antibodi reseptor asetilkolin berkisar antara 4-18 per juta kasus per tahun. Manifestasi klinis yang dapat ditemukan adalah kelemahan pada otot, yang biasanya mempengaruhi otot pada bagian mata, tenggorokan, dan ekstremitas. Pada 10-15% penderita myastenia gravis, timoma (thymic tumor) dapat muncul dan disarankan melakukan reseksi timus, kemoterapi, dan terapi radiasi. Pengobatan utama myasthenia gravis adalah penghambat asetilkolinesterase dan agen imunosupresif. Laporan kasus ini menyajikan tentang wanita berusia 32 tahun dengan keluhan kedua kelopak mata terasa berat dan sering menutup sendiri serta melihat benda seperti ada dua, terutama jika pasien kelelahan saat bekerja. Keluhan ini sudah dirasakan pasien sejak 5 tahun yang lalu. Dilakukan pemeriksaan fisik yaitu pemeriksaan wartenberg dan tes hitung yang hasilnya positif. Tatalaksana pada pasien ini adalah mestinon 60 mg 3x1 dan mecobalamin 500 mcg 1x1. Hasil dari tatalaksana yang diberikan adalah adanya perbaikan gejala. Kesimpulan laporan kasus ini adalah diagnosis dan tatalaksana dini myastenia gravis dapat meningkatkan kemungkinan pasien mengalami remisi.
Copyrights © 2024