Penggunaan screen time pada anak usia dini saat ini sangat tinggi. Paparan screen time jangka panjang dapat memengaruhi perkembangan berbahasa anak. Kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif membuat anak mampu mengekspresikan keinginan, ide, dan perasaannya karena bicara merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dalam perkembangan anak usia dini. Gangguan berbahasa selalu dikaitkan dengan lamanya screen time. Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada tahun 2017 dari 84 anak, 37 diantaranya (41% perempuan dan 59% laki-laki) mengalami keterlambatan berbahasa dengan rata-rata screen time adalah 4 jam per hari. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya korelasi antara screen time terhadap perkembangan berbahasa anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Penelitian ini bersifat analitik potong lintang dengan pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Subjek penelitian adalah 65 anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat. Pengumpulan data dengan kuisioner online dan KPSP. Hasil penelitian menunjukkan 41 orang (63,1 %) memiliki screen time lebih dari 2 jam per hari dan 24 orang (36,9 %) memiliki screen time kurang dari 2 jam per hari. Terdapat 34 orang (52,3 %) perkembangan berbahasanya sesuai menurut KPSP dan 31 orang (47,7 %) yang perkembangan berbahasanya terlambat. Hasil uji Chi-square didapatkan tidak ada korelasi antara screen time dan perkembangan berbahasa anak (p = 0,818). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ditemukan korelasi antara screen time dan perkembangan berbahasa anak usia 2-5 tahun di KB-TK St. Theresia, Menteng, Jakarta Pusat.