Prevalensi stunting Kota Pasuruan tahun 2022 menurut SSGI sebesar 21.1% dan menurut bulan timbang sebesar 19.86%, dua angka berbeda karena metode yang berbeda namun memiliki keabsahan masing-masing untuk dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Analisis tren prevalensi stunting merupakan salah satu upaya untuk dapat mempertajam penyesuaian strategi dalam percepatan penurunan prevalensi stunting. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kecenderungan prevalensi stunting di Kota Pasuruan berdasarkan data bulan timbang. Penelitian merupakan penelitian observasional deskriptif. Analisis data sekunder dilakukan terhadap data bulan timbang periode tahun 2019-2023 dengan menggunakan analisis univariable dan mengeksplorasi secara deskriptif melalui kajian pustaka. Kota Pasuruan dalam rentang tahun 2019 – 2023 memiliki kecenderungan dapat menurunkan prevalensi stunting, namun pada tahun 2021 akibat pandemic covid-19 mengalami kenaikan. Sebelum melaksanakan konsep percepatan penurunan stunting, penurunan prevalensi tingkat kelurahan berkisar antara 3.12% hingga 3.70% dan sesudahnya dapat menurunkan dengan keras sebesar 7.34%. Konsep ini juga mampu menekan kenaikan prevalensi stunting yang tertingggi hanya sebesar 0.15% di Kelurahan Purworejo dan konsep ini mampu menurunkan prevalensi stunting sangat besar yaitu sebesar 23.6% di Kelurahan Sebani.Kecenderungan terjadi penurunan prevalensi stunting di Kota Pasuruan terutama setelah ditetapkan menjadi kota lokasi fokus percepatan penurunan stunting.
Copyrights © 2024