Tuberkulosis (TB) Paru merupakan salah satu dari sepuluh penyakit menular kronis terbesar yang menyebabkan kondisi kesehatan buruk dan kematian di seluruh dunia, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial kejadian TB paru berdasarkan factor - faktor yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan analisis spasial menggunakan software Quantum GIS. Data kasus TB paru diperoleh dari Puskesmas Kedungmundu. Sampel penelitian terdiri dari 140 orang dari 7 lingkungan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 49% kasus terjadi pada orang dewasa, dengan 51% memiliki BMI <18,5. Status ekonomi kurang mampu sebanyak 36%. Kelembapan rumah yang buruk terdapat 53%, 21% memiliki penerangan rumah yang tidak memadai, dan 56% memiliki ventilasi rumah yang buruk. Berdasarkan hasil penelitian di atas, sebagian besar penderita TBC berada pada rentang usia 25-59 tahun, dengan mayoritas memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang rendah. Aspek lingkungan fisik rumah yang perlu mendapat perhatian antara lain kelembaban dan ventilasi rumah. Jumlah kasus TB Paru terbanyak terdapat di lingkungan Tandang.
Copyrights © 2024