Anak yang mempunyai tingkat kebugaran yang baik cenderung memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit, angka ketidakhadiran di sekolah yang lebih rendah, dan kemampuan belajar yang lebih tinggi. Namun, di Indonesia, tingkat kebugaran jasmani peserta didik menghadapi tantangan dengan adanya gaya hidup tidak aktif, kegemukan, dan kurangnya aktivitas fisik. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional ini bertujuan mengetahui tingkat kebugaran jasmani 6.359 peserta didik yang telah melakukan pengukuran kebugaran jasmani pada aplikasi Sistem Informasi Kebugaran Jasmani (SIPGAR) tahun 2022. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling yang diambil pada bulan September 2023. Peserta didik yang melakukan kebugaran jasmani lebih banyak pada jenis kelamin perempuan yaitu 3.807 (59,9%). Pada tingkat pendidikan, peserta didik yang melakukan kebugaran jasmani lebih banyak pada jenjang SMA yang berjumlah 2.057 (32,3%). Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) Peserta didik yang melakukan kebugaran jasmani dengan kategori normal berjumlah 3.881 (61,0%). Dari 7 provinsi, peserta didik di Provinsi Jawa Tengah paling banyak melakukan kebugaran jasmani dengan jumlah 3.476 (54,7%). Karakteristik tingkat kebugaran peserta didik dari variabel jenis kelamin, tingkat pendidikan, IMT, dan provinsi didominasi kategori Kurang Sekali di setiap variabel.
Copyrights © 2024