World Allergy Organization (WAO) melaporkan peningkatan sebesar 30-40 persen secara global, data yang sejalan dengan temuan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) yang mencatat peningkatan tiga kali lipat. Di Indonesia, beberapa penelitian mengindikasikan kenaikan sebesar 30% per tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan aplikasi sistem pakar menggunakan metode Case Based Reasoning (CBR) untuk mengidentifikasi tingkat kategori alergi susu pada anak. Manfaatnya melibatkan pemberian identifikasi mandiri mengenai tingkat kategori alergi susu (berat, sedang, ringan) sebagai referensi awal sebelum konsultasi ke puskesmas atau dokter. Kesadaran orang tua tentang konsekuensi alergi susu, baik jangka pendek maupun panjang, menjadi krusial, untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul di masa depan, terutama terkait pertumbuhan dan risiko stunting pada anak. Diolah sebanyak 3 data tingkat kategori alergi susu yakni tinggi, sedang dan rendah menggunakan metode Case Based Reasoning. Metode ini akan mengolah data berupa 12 gejala-gejala alergi susu yang terlihat pada anak , sehingga dapat melakukan identifikasi dan tindakan yang akan dilakukan. Hasil yang didapat dari seluruh kriteria similarity tingkat kategori alergi susu pada anak , termasuk kategori alergi susu tinggi dengan nilai similarity 72,72%.
Copyrights © 2024