Penelitian ini mengkaji gaya Bahasa dari sudut pandang “langsung tidaknya makna” yang dipakai dalam lirik lagu “Mirasantika” Karya Rhoma Irama. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pustaka karena data primer atau bahan utama yang diperlukan bersumber dari Pustaka. Dalam mengumpulkan data, penulis memanfaatkan berbagai sumber Pustaka yang memuat infromasi tentang lirik lagu “Miransantika” baik melalui buku, majalah, dukumen, jurnal, ensklopedi, serta sumber lain yang relevan. Setelah terkumpul, data dianalisis dengan menggunakan pendekatan gaya Bahasa dilihat dari langsung tidaknya makna menurut teori yang dikemukakan oleh Gorys Keraf. Berdasarkan hasil analisis, dalam lirik lagu “Mirasantika” karya Rhoma Irama terdapat penggunaan gaya bahasa retoris dan kiasan. Bahasa retoris meliputi; aliterasi, asonansi, anastrof, serta hiperbola. Sedangkan Bahasa kiasan meliputi majas personifikasi, sinekdok dan satire. Melalui Gaya Bahasa retoris, menjadikan lirik lagu “Mirasantika” sangat enak didengar karena ada permainan bunyi yang lahir dari pengulangan huruf konsonan dan vocal serta pembalikkan susunan kata. Sedangkan penggunaan Bahasa kiasan dipakai untuk menyindir bahaya minuman keras dan narkoba terhadap keselamatan jiwa dan kehancuran masa depan sehingga mendorong setiap orang ataupun lembaga pemerhati untuk mengambil bagian dalam pencegahan penggunaan minuman keras dan norkoba yang tidak sesuai peruntukkannya.
Copyrights © 2024