Masyarakat Desa Tegaltirto sebagian besar bermata pencaharian di sektor informal yang menjadi komponen paling rentan terhadap dampak Pandemi Covid-19. Resiliensi masyarakat diperlukan dalam menghadapi krisis pasca Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat resiliensi masyarakat pasca Pandemi menurut aset penghidupan; dan 2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat Desa Tegaltirto pasca Pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berdasarkan dusun yang dianggap mewakili Desa Tegaltirto menurut keragaman pekerjaan masyarakat yaitu Dusun Kadisono, Sompilan dan Semoya. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan proporsional sampel sebanding jumlah populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk analisis tingkat resiliensi, dan analisis faktor untuk identifikasi faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Resiliensi masyarakat Desa Tegaltirto menurut kepemilikan aset didominasi oleh tingkat resiliensi sedang, kategori tinggi 9 rumah tangga, kategori sedang 75 rumah tangga, dan kategori rendah 16 rumah tangga. (2) Terbentuk 7 faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat yaitu; faktor pendidikan dan perekonomian, pengetahuan dan akses informasi, alam, ketersediaan sarana dan prasarana, pencegahan risiko krisis pasca Pandemi Covid-19, bantuan dari pihak luar, dan kesehatan dan sosial masyarakat.
Copyrights © 2023