Tanah sebagai tempat berdirinya suatu konstruksi harus memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang diterima. Tanah yang tersedia kadang kala tidak dapat langsung digunakan karena memiliki kekuatan yang terbatas, sehingga diperlukan perbaikan tertentu yang disebut dengan stabilisasi. Stabilisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu stabilisasi mekanis dan stabilisasi kimiawi. Penelitian ini dilakukan secara kimiawi dengan menambahkan abu sekam kopi. Sampel tanah berasal dari Kawasan Kebun Kurma Barbate di Desa Paya Kameng, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pencampuran tanah Barbate dengan abu sekam kopi dilakukan pada variasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% dari berat kering tanah. Pengujian yang dilakukan meliputi pengukuran batas-batas Atterberg, pemadatan dan CBR terendam serta pengembangan. Tanah Barbate menurut klasifikasi USCS dan AASHTO tergolong ke dalam tanah lempung, dengan nilai batas cair 60,00% dan indeks plastisitas 30,47%. Dari hasil pengujian pemadatan, nilai kadar air optimum untuk persentase abu sekam kopi 0% sampai 25% menurun dari 36,30% menjadi 29,91% dan berat volume kering meningkat dari 1,220 gr/cm3 menjadi 1,251 gr/cm3. Dari pengujian CBR terendam menunjukkan bahwa seiring pertambahan persentase abu sekam kopi, nilai CBR meningkat dari 6,97% menjadi 10,28%. Sifat pengembangan mengalami penurunan dari 3,313% menjadi 1,121% pada persentase 25% abu sekam kopi.
Copyrights © 2023