Kakawin Siwaratri Kalpa merupakan salah satu teks yang digunakan sebagai rujukan untuk melakukan pemujaan kepada dewa Siwa pada hari panglong 14, Tilem Kapitu. Pada saat itu, yakni pada malam Siwa (Siwa Ratri) umat Hindu melaksanakan puasa semalam suntuk tidak tidur serta berbhakti dengan sarana daun Bilwa. Nilai-nilai pendidikan yang tertuang di dalam teks tersebut dapat dilihat dari perspektif acara (upacara), susila, dan tattwa.Dalam perspektif acara dapat dilihat bahwa teks tersebut menggambarkan bahwa perayaan Siwaratri didahului oleh mitologi, yakni tentang cerita Lubdaka. Malam Siwaratri dirayakan di berbagai tempat di dunia sesuai dengan budaya setempat. Nilai pendidikan dari perspektif Susila menguraikan tentang dialektika etika deontologi dan konsekuensialis. Dewa Yama adalah sumber dari logika berpikir konsekuensialis di dalam upaya menyelesaikan masalah moral. Sedangkan Siwa menjadi inspirasi untuk berpikir secara deontologi. Sementara perspektif tattwa memandang bahwa kesadaran akan kesia-siaan kehidupan duniawi ini memunculkan kesadaran baru, yakni spiritual yang mengantar seseorang menuju Samadhi.Kata Kunci: Upacara, Etika, Tattwa, Deontologi, Konsekuensialis
Copyrights © 2015