SAK EMKM menjadi regulasi terbaru setelah SAK ETAP, yang mana SAK EMKM dikhususkan untuk para pelaku UMKM. Tujuan dari kajian ini untuk mengungkap lebih dalam mengenai problematika para pelaku atas implementasi SAK EMKM dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Data sekunder adalah data utama yang digunakan dalam kajian ini yang berupa literatur-literatur yang berkaitan dengan tujuan kajian, data tersebut diperoleh menggunakan teknik dokumentasi melalui alat bantu PoP v8. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa tidak dapat diterapkannya SAK EMKM disebabkan oleh 1) penyelenggara UMKM tidak membuat laporan keuangan 2) penyelenggara UMKM telah membuat laporan keuangan dengan sederhana atau sepengetahuan pemilik, 3) ada faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi SAK EMKM seperti pemahaman akuntansi, latar belakang pendidikan, kompetensi dan kualitaas sumber daya manusia, persepsi pelaksana UMKM, kesiapan pelaku UMKM, sosialisasi SAK EMKM, edukasi/pelatihan dan ukuran UMKM.
Copyrights © 2024