Cabai merupakan salah satu komoditas unggulan dalam negeri yang hampir tersebar di seluruh Indonesia dan dibutuhkan oleh hampir setiap individu dari berbagai latar belakang sosial. Produksi cabai Indonesia belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kabupaten Magelang merupakan salah satu tempat utama cabai yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan cabai Jawa Tengah, faktor yang terus membuat petani tidak mampu bertanam. Makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan akan teknologi usaha tani cabai, dalam hal ini penelitian dilakukan di Kabupaten Magelang yang merupakan sentra cabai terbesar di Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus melalui pendekatan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan 20 narasumber yang terdiri dari petani, penyuluh lapangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten Magelang. Produktivitas tanaman berkisar antara 1,6 hingga 4,6 ton per ha, sedangkan kapasitas produksi bervariasi dari 12 hingga 17 ton per ha. Penelitian pertanian cabai dilakukan pada tahun 2020 tentang persyaratan teknologi. Kelompok terarah yang terdiri dari 20 peserta primer mengatakan produksi cabai perlu ditingkatkan secara optimal, termasuk informasi jenis pengendalian hama (OPT) dan kesadaran luas petani tentang budidaya yang benar. Sebagai pendamping petani di lapangan terkait dengan sub sistem pengelolaan industri setelah pembudidayaan/hilir harus meningkatkan keterampilan penyuluh.
Copyrights © 2021