Sudah hampir 2 tahun negara kita dilanda pandemi covid-19. Sektor industri yang dituntut harus dinamis menghadapi fenomena tersebut,mulai merasakan dampak yang signifikan dimana mulai dariĀ bahan baku, hasil produksi, hasil penjualan sangat berpengaruh. Keterbatasan produktivitas apalagi khususnya pada PT. Home Center Indonesia yang bergerak di bidang kebutuhan rumah tangga juga merasakan efek pandemi tersebut, dengan keterbatasan ruang gerak karena kebijakan pemerintah yaitu PPKM, sehingga kinerja perusahaan menurun drastis. Untuk meminimalisir kejadian tersebut, kami tim PKM memberikan analisis mengenai bagaimana meningkatkan startegi pemasaran agar produk tetap mampu bersaing di mata masyarakat secara optimal. Strategi pemasaran yang kami alihkan aitu dalam bentuk pelatihan pemasaran dengan menggunakan model SWOT yaitu dengan tujuan mampu mengembangkan kemampuan dan pengetahuan para pegawai marketing PT Home Center Indonesia. Adapun, metode pelaksanaan dengan melakukan pendekatan yaitu observasi danĀ pelatihan yang nantinya diharapkan agar pegawai bisa mendapakatkan edukasi, dan strategi pemasaran yang mampu meningkatkan penjualan produk selanjutnya. Setelah kami mendefinisikan posisi marketing perusahaan sesuai data yang kami lakukan melalui wawancara dan informasi data lainnya, hasilnya, kami sampaikan melalui pelatihan secara virtual bahwa perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan kekuatan perusahaan, kelemahan, peluang perusahaan, dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini bisa menjadi masukan yang baik dan bisa diadopsi juga oleh pegawai sebagai indikator peningkatan produktivitas perusahaan pada beberapa divisi terkait pemasaran. Kesimpulan dari abdimas ini adalah keberadaan kami sebagai wadah fasilitator perusahaan untuk memotivasi pegawai-pegawai agar mampu meningkatkan pemasaran, dan kami dan mitra mampu menjaga hubungan relasi yang saling berinteraksi baik untuk analisis pemasaran di lain waktu..
Copyrights © 2023