Molase berperan penting dalam menyediakan sumber energi bagi pertumbuhan mikroorganisme probiotik yang diperoleh dari filtrasi dekomposisi awal campuran lumpur susu dan jerami padi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas mikroorganisme probiotik ketika diberikan dosis molase yang berbeda dan untuk mengetahui dosis molase yang optimal untuk pertumbuhannya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan tiga dosis molase yang berbeda, yaitu 2,5%, 5%, dan 7,5%. Parameter yang diukur meliputi pH, jumlah bakteri, dan ragi. Setiap dosis molase diulang sebanyak enam kali untuk setiap parameter yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis molase berpengaruh signifikan terhadap pH, jumlah total bakteri, dan ragi. Dalam konteks probiotik yang berasal dari filtrat campuran lumpur susu dan jerami padi, dosis molase 7,5% muncul sebagai dosis yang menghasilkan nilai pH terendah dan pertumbuhan bakteri dan ragi tertinggi.
Copyrights © 2024