Gempa bumi merupakan ancaman serius, terutama di wilayah rentan seperti Indonesia. Kesadaran akan risiko gempa masih rendah, khususnya di kalangan siswa SMA. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran tersebut dengan mengembangkan simulasi gedung sebagai alat edukasi bagi siswa SMA Harapan Medan. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat membangun budaya kesadaran bencana yang tangguh. Metode pengabdian melibatkan pemodelan dan simulasi gedung dengan menggunakan perangkat lunak ETABS. ETABS memungkinkan analisis dinamis struktur bangunan terhadap gempa bumi, serta menawarkan alat untuk mengevaluasi kinerja struktur dalam situasi gempa. Hasil pemodelan dengan ETABS menunjukkan elemen-elemen struktur yang rentan mengalami kegagalan akibat gempa pada arah X dan arah Y. Analisis pushover digunakan untuk memvisualisasikan deformasi dan distribusi gaya gempa pada struktur gedung. Elemen-elemen yang mengalami deformasi plastis ditandai dengan warna merah, mengindikasikan lokasi terjadinya sendi plastis. Pemahaman terhadap terbentuknya sendi plastis ini penting dalam merancang strategi perbaikan dan penguatan yang tepat untuk meningkatkan keselamatan struktur bangunan terhadap gempa bumi di masa depan.
Copyrights © 2024