Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen
Vol 2, No 2: Desember 2019

Logos dan Sophia dalam Perjanjian Baru

Adolfina Elisabeth Koamesakh (Sekolah Tinggi Teologi Paulus Medan, Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
28 Jan 2020

Abstract

Hearing about the word "logos" often causes people to been set of leading their thoughts to the confusing Greek philosophy. Indeed for Greek philosophers, the word refers to the group of angels they know by the name demiourgos. This demiourgos angel according to Greek philosophy became human. If this thought is followed, then what turns into a person is not God but angels. For this reason, the notion of logos according to Christianity differs from the beliefs of philosophers. Christian logos are God's incarnated Word. Abstrak: Mendengar kata “logos” seringkali orang terjebak yang mengarahkan pikirannya ke filsafat Yunani yang membingungkan itu. Memang bagi filsuf Yunani, kata itu mengarah kepada kelompok malaikat yang mereka kenal dengan nama demiourgos. Malaikat demeourgos inilah menurut filosofi Yunani yang menjadi manusia. Jikalau pemikiran ini diikuti, maka yang menjelma menjadi manusia itu bukkan Allah tetapi malaikat. Karena itulah, pengertian logos menurut Kekristenan berbeda dengan keyakinan para filsuf. Logos orang Kristen adalah: Firman Allah yang menjelma.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

sotiria

Publisher

Subject

Religion Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

SOTIRIA (Jurnal Theologia dan Pendidikan Agama Kristen) merupakan wadah untuk memublikasi hasil penelitian bidang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, baik bagi para dosen di lingkungan Sekolah Tinggi Theologia Paulus, Medan maupun STT dan institusi lain yang terkait dalam rumpun ilmu Teologi ...