Indonesia has a philosophy of Bhineka Tunggal Ika as one of the treasures that is able to unite various backgrounds and conditions of Indonesian society. This philosophy is part of the four pillars of nationality that bind differences in ethnicity, nation, region, and class. The spirit of nationalism is certainly inherent in this philosophy. The Bethel Church of Indonesia as a church with a national spirit has struggles of division and competition between one group and another which is getting bigger. Therefore, we need a basis and philosophy to frame this diversity of backgrounds. The research method used to obtain the data is descriptive qualitative with interview techniques to GBI officials in DKI Jakarta. The results of the study stated that the way to implement the values of Bhineka Tunggal Ika is by harmonizing Christian values such as one in the body of Christ, loving and respecting others which are in line with the noble values in Bhineka Tunggal Ika. The practice can be seen from the awareness and acceptance of ethnic or racial differences by preaching or teaching the congregation about the need to preserve and apply the values of Bhineka Tunggal Ika. In addition, giving understanding to all officials about differences is a national treasure, developing a culture of inclusiveness as the culture of the Indonesian nation with concrete actions such as joint fellowship activities, exchanging pulpits or conducting joint social activities between one church and another. Abstrak Indonesia memiliki filosofi Bhineka Tunggal Ika sebagai salah satu kekayaan yang mampu mempersatukan berbagai latar belakang keadaan dan masyarakat Indonesia. Filosofi ini adalah bagian dari empat pilar kebangsaan yang mengikat perbedaan suku, bangsa, daerah, dan golongan. Semangat nasionalisme tentu melekat dalam filosofi ini. Gereja Bethel Indonesia sebagai gereja yang bernafaskan nasional memiliki pergumulan perpecahan dan persaingan antar satu kelompok dengan lain yang semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan sebuah dasar dan filosofi untuk membingkai keberagaman latar belakang tersebut. Metode penelitian yang digunakan untuk mendapatkan data adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada pejabat GBI di DKI Jakarta. Hasil penelitian menyatakan bahwa cara mengimplementasikan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika adalah dengan menyelaraskan nilai-nilai Kekristenan seperti satu dalam tubuh Kristus, mengasihi dan menghormati orang lain yang sejalan dengan nilai-nilai luhur dalam Bhineka Tunggal Ika. Praksisnya dapat dilihat dari kesadaran dan penerimaan perbedaan etnis atau ras dengan mengkhotbahkan atau memberi pengajaran kepada jemaat tentang perlunya melestarikan serta menerapkan nilai-nilai Bhineka Tunggal Ika. Selain itu, memberikan pengertian kepada seluruh pejabat tentang perbedaan adalah sebuah kekayaan nasional, mengembangkan budaya inklusivisme sebagai budaya bangsa Indonesia dengan tindakan nyata seperti kegiatan fellowship bersama, tukar mimbar atau melakukan kegiatan sosial bersama antar satu gereja dengan gereja yang lain.
Copyrights © 2021