Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi adalah gejala- gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Prevalensi sindrom premenstruasi cukup tinggi yaitu sekitar 70-90% perempuan pada usia reproduksi dan sering ditemukan pada wanita berusia 26-40 tahun mengalami gejala-gejala pramenstruasi yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupan. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelah terjadinya menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian premenstrual Syndrome pada siswi SMA Negeri 1 Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ada siswi SMA Negeri 1 Banda Aceh sebanyak 423 siswi dan sampel penelitian ini sejumlah 81 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisa data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis univariat, diketahui total responden sebanyak 81 siswi yang berada pada kelas 10 sebanyak 31 (38,3%), kelas 11 sebanyak 16 (19,8%), dan kelas 12 sebanyak 34 (42%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa, tidak ada hubungan aktivitas fisik, pola makan, stress, dan IMT terhadap kejadian premenstrual Syndrom namun dapat dilihat bahwa masih ada siswi yang mengalami stres, dan obesitas.
Copyrights © 2024