Tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan yang utama di Indonesia. Puskesmas Alahair Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai peran yang sangat penting dalam mensukseskan program ini, namun cakupan pelayanan kesehatan orang terduga Tuberkulosis masih rendah hanya 76% di tahun2023 dan tidak mencapai target SPM sebesar 100%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis upaya pelayanan kesehatan orang terduga Tuberkulosis di Puskesmas Alahair Kabupaten Kepulauan Meranti. Jenis penelitian adalah kualitatif Phenomenology dengan pendekatan evaluatif. Informan berjumlah 7 orang yaitu PJ program P2P, PJ program TB, PJ program promosi kesehatan, pasien TBC 2 orang, Tokoh masyarakat 2 orang. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Analisa data menggunakan teknik problem solving cyle meliputi analisa situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah dan menentukan alternatif masalah dengan menggunakan Fishbone analysis dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini rendahnya kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan dan pengobatan Tuberkulosis, rendahnya partisipasi dalam skrining, dan stigma terhadap penderita Tuberkulosis. Kesimpulan Tantangan utama meeliputi reendahnya keesadaran masyarakat teerhadap upaya peenceegahan dan peengobatan Tubeerkulosis, reendahnya partisipasi dalam skrining, dan stigma teerhadap peendeerita Tubeerkulosis
Copyrights © 2024