Restrain dan isolasi sering kali dipandang negatif karena efek sampingnya. Namun pada implementasinya, jika dilakukan sesuai indikasi dan prosedur dapat menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan psikiatri sehingga membantu dalam pemberian psikofarmaka. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas restrain dan isolasi terhadap kondisi kegawatdaruratan psikiatri menggunakan PANSS-EC. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Randomized Controlled Trial. Responden penelitian ini adalah pasien dengan perilaku agresif di ruang IPCU yang mempunyai indikasi dilakukan restrain dan isolasi, dengan tehnik purposive sampling didapatkan 32 responden yang terbagi 2 kelompok intervensi. Tehnik pengumpulan data perilaku agresif menggunakan PANSS-EC. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan restrain dan isolasi efektif dalam membantu penurunan skor PANSS-EC (?=0,000). Hasil statistik Independent T-Test menunjukkan tidak ada perbedaan keefektifan tindakan kedua intervensi (?=0,000). Namun responden yang dilakukan isolasi mengalami rata-rata penurunan skor PANSS-EC lebih banyak sebesar 7,43 poin, dibandingkan responden yang dilakukan restrain yaitu sebesar 6,38 point. Hasil studi menunjukkan tindakan restrain dan isolasi dalam manajemen krisis dapat tetap dilakukan pada pasien dengan kondisi kegawatdaruratan psikiatri karena terbukti efektif membantu menurunkan perilaku agresif jika dilakukan sesuai indikasi dan prosedur yang berlaku.
Copyrights © 2024