Obesitas merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat yang terjadi secara global. Prevalensi overweight, obesitas, dan obesitas sentral di Indonesia sendiri mencapai 13,6%, 21,8%, dan 31% berdasarkan Riskesdas 2018. Obesitas secara tidak langsung menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya hipertensi. Prevalensi hipertensi akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya IMT. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat skrining obesitas yang juga bersifat sensitif dan spesifik terhadap hipertensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan berbagai indikator obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey 5. Populasi penelitian ini adalah seluruh subjek penelitian IFLS 5. Sampel penelitian ini adalah subjek penelitian IFLS 5, baik pria maupun wanita, yang berusia > 40 tahun, sehingga diperoleh besar sampel penelitian ini ialah 7.957 individu. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Selanjutnya, dilakukan uji multivariat dengan regresi logistik terhadap variabel yang memiliki p-value >0,25 pada analisis bivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa semua indikator obesitas memiliki hubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Hasil uji regresi logistik menunjukkan bahwa usia mempengaruhi hubungan semua indikator obesitas dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara semua indikator obesitas dalam penelitian ini dengan kejadian hipertensi. Usia merupakan variabel perancu yang ditemukan pada hubungan antara semua indikator obesitas dalam penelitian ini dengan kejadian hipertensi. Selanjutnya, uji diagnostik perlu dilakukan untuk mengetahui indikator obesitas mana yang paling baik dalam memprediksi kejadian hipertensi pada dewasa di Indonesia.
Copyrights © 2024