Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang dihadapi oleh anak-anak yang beragama Kristen Protestan di Desa Tafuli, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam proses pembelajaran di sekolah, anak-anak yang beragama Kristen Protestan tidak memperoleh mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Sebagai pengganti mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen, mereka diwajibkan mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik. Hal ini berdampak pada pemahaman anak-anak, di mana mereka lebih memahami Pendidikan Agama Katolik daripada Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, sumber datanya adalah orang tua berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam Pendidikan Agama Kristen anak. Terbukti bahwa orang tua di Desa Tafuli, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur menjalankan peran sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, fasilitator, motivator dan teladan.
Copyrights © 2024