Kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi isu strategis yang mendapat perhatian baik di tingkat nasional maupun internasional. Meskipun Kota Surabaya telah meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak, kasus kekerasan anak masih tinggi. Pemerintah Kota Surabaya mengimplementasikan Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di Balai RW untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan serta meningkatkan ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas PUSPAGA di Balai RW 06 Kelurahan Sumber Rejo, mengevaluasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan pengambilan data observasi dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori efektivitas dari S.P Siagian dengan indikator 1) kejelasan tujuan yang hendak dicapai, 2) kejelasan strategi untuk pencapaian tujuan, 3) proses analisis dan perumusan kebijakan yang tepat, 4) perencanaan yang matang, 5) penyusunan program yang tepat, 6) tersedianya sarana prasarana kerja, 7) pelaksanaan yang efektif dan efisien, dan 8) sistem pengawasan dan pengendalian yang bersifat mendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun terdapat kejelasan tujuan dan strategi, masih terdapat kendala seperti rendahnya partisipasi dan kesadaran masyarakat, serta keterlambatan dalam merespon pengaduan. Diharapkan adanya sinergi antara pemerintah, fasilitator, dan masyarakat untuk meningkatkan efektivitas PUSPAGA dalam mencapai tujuan perlindungan anak, ketahanan keluarga, dan kualitas kehidupan keluarga yang lebih baik.
Copyrights © 2024