Kecenderungan penggunaan air minum isi ulang oleh masyarakat di perkotaan semakin meningkat. Buruknya kondisi lingkungan membuat mereka khawatir untuk mengonsumsi air tanah, bahkan air ledeng yang disediakan pemerintah. Persoalan yang muncul adalah tidak semua air minum isi ulang (AMIU) dikelola dengan baik. Dalam penelitian penulis menggunakan pendektan penelitian metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Kualitatif, yakni Implementasi Kebijakan Pengawasan Depot Air Munum Isi Ulang di Kota Poso Diharapkan dengan metode ini maka tujuan penelitian ini dapat terwujud, dan memperoleh hasil seperti yang diharapkan karena metode penelitian turut menentukan susksesnya suatu penelitian. Implementasi kebijakan pengawasan depot air minum isi ulang di Kota Poso kurang berjalan dengan optimal. Hal ini dibuktikan dengan seluruh indikator yang dijadikan tolok ukur dalam penelitian ini, seperti aspek Komunikasi, Sumber Daya, Desposisi dan Struktur Birokrasi, berdasarkan hasil penelitian, memperoleh kategori kurang optimal.
Copyrights © 2024