Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya siswa melakukan pelanggaran tata tertib yang telah ditetapkan di sekolah seperti Bolos sekolah, lambat masuk kelas, berseragam sekolah tidak sesuai jadwal, berkelahi, merokok, berambut panjang, main game (HP) saat belajar sehingga dibutuhkan upaya guru untuk mengatasinya. Jenis penelitian adalah kualitatif. Data diperoleh dari Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sah tidaknya data dilakukan uji triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian didapatkan beberapa bentuk kenakalan siswa dan upaya guru dalam mengatasinya; 1. Bolos sekolah (6 siswa, 16,66%); guru melakukan pendekatan, memberi nasehat, memberi sanksi hafalan beberapa ayat suci al-qur’an). 2. lambat masuk kelas (5 siswa, 13,88%); guru melakukan pendekatan, menasehai, beri sanksi membersihkan, mencabut rumput. 3. Berseragam sekolah tidak sesuai jadwal (3 siswa, 8,33 %); guru memberi teguran langsung. 4. Berkelahi (8 siswa, 22,22%) dan merokok (6 siswa, 16,66%); guru menasehati dan memanggil orang tua untuk bersama-sama mencari jalan keluar. 5. Berambut panjang (3 siswa, 8,33 %); guru menegur langsung dan razia. 6. Main game (HP) saat belajar (30 siswa, 83,33 %); guru melakukan pendekatan, menasehati, menyita HP dan razia.
Copyrights © 2022