Rendahnya ketersediaan benih kentang berkualitas dibandingkan dengan kebutuhan benih kentang di petani, merupakan permasalahan yang sangat penting untuk segera diatasi, guna meningkatkan produktifitas panen kentang di Indonesia. Oleh karena itu perlu dilakukan inovasi – inovasi guna mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya adalah melakukan perbanyakan benih kentang dengan cara pembelahan benih. Perbanyakan benih kentang dengan metode pembelahan benih diharapkan dapat menjadi alternative bagi petani untuk menghemat biaya pengadaan benih kentang, penelitian ini mengamati perbandingan jumlah tunas, jumlah umbi dan bobot umbi per tanaman antara perlakuan pembelahan benih dibandingkan dengan benih utuh sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan pada variabel jumlah tunas dan jumlah umbi per tanaman sedangkan pada variabel bobot umbi per tanaman tidak berbeda nyata antara perlakuan pembelahan benih dengan benih utuh sebagai kontrol
Copyrights © 2023