Penelitian ini membahas tentang resistensi organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Tujuan penulisan ini menganaslisis resistensi Jemaat Ahmadiyah Indonesia menyikapi konflik pada 2013: Studi kasus Desa Batu Putih, Kecamatan Pelawan. Metode penelitian yang digunakan meliputi penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik, intepretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan reduksi data, penyajian data, dan verivikasi. Hasil penelitian, diketahui bahwa resistensi organisasi Jemaat Ahmadiyah Indonesia mengarah kepada kegiatan sosial kemanusiaan yang bersifat positif, setelah terjadinya aksi tersebut membuat para jemaat semakin aktif dalam melakukan kegiatan keagamaan, selain itu para jemaat pun semakin giat dalam melakukan kegiatan sosial seperti donor darah gratis, pengobatan tradisional (homeophaty), donor kornea mata, serta kerja sama lintas organisasi agama dan instansi pemerintah. Sehingga aksi masa yang terjadi pada November 2013 itu tidak menyurutkan para anggota Jemaat Ahmadiyah untuk meninggalkan kepercayaannya, Justru aksi tersebut menjadikan JAI semakin solid.
Copyrights © 2023