Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan yang berada di utara Pulau Jawa dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa. Perkembangan kepadatan penduduk cenderung berdampak pada kebutuhan air bersih yang semakin meningkat. Saat ini hampir 80% kebutuhan air bersih di Kota Semarang diperoleh dari air tanah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik air tanah di Kota Semarang. Metode penelitian menggunakan analisis data isotop stabil 18O dan 2H dan kimia air melalui perhitungan nilai Chlorite Bicarbonate Ratio (CBR) dan analisis diagram Piper. Sampel air tanah yang digunakan mencapai 30 sampel. Litologi daerah penelitian berupa aluvium dan batupasir. Hasil penelitian diperoleh tipe air tanah di daerah penelitian terdiri dari tipe air NaHCO3, NaCl, CaHCO3, Na2SO4, dan MgHCO3 dengan tingkat pengaruh air laut dibedakan dalam 3 kelompok yang mencakup air tanah terintrusi sedikit-sedang, air tanah terintrusi agak tinggi, dan air tanah terintrusi tinggi. Analisis isotop 18O dan 2H menunjukkan bahwa air tanah di daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Kelompok I (18O -4, 585‰), Kelompok II (18O -5,070 ‰) dan Kelompok III (18O -5,451 - -6,044‰) serta memiliki nilai d-excess positif yang sebagian besar nilainya >10.
Copyrights © 2024