Kelapa sawit selama 20 tahun terakhir menjadi andalan ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian di Desa Pangkalan Suka. Petani kelapa sawit di desa ini memiliki perkebunan kelapa sawit mandiri namun produksinya rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat tentang sifat tanah dan pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman kelapa sawit. Penelitian status kesuburan pada beberapa kelerengan di tanah ultisol perkebunan kelapa sawit bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada perkebunan kelapa sawit dan menghitung dosis pupuk untuk memberikan saran pemupukan tanaman kelapa sawit. Lokasi penelitian berada di Desa Pangkalan Suka Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang. Penelitian berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini melihat perbedaan karakteristik sifat kimia tanah pada lereng yang berbeda di perkebunan kelapa sawit. Bahan penelitian yang digunakan adalah sampel tanah, peta administrasi desa, peta jenis tanah, peta penggunaan lahan, peta kelas lereng, peta topografi, peta lokasi titik pengamatan, data curah hujan Kabupaten Ketapang periode 2015-2019 dan bahan bahan kimia lainya untuk keperluan analisis sifat kimia tanah di laboratorium. Lokasi penelitian memiliki status kesuburan yang rendah hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor pembatas yaitu kandungan C-Organik tanah dan rendahnya N-total tanah. Ketersediaan bahan organik dalam tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara dalam tanah. Rendahnya Unsur hara dalam tanah perlu dilakukan penambahan saran pemupukan tanaman kelapa sawit pada setiap lokasi. Saran pemupukan di kelerengan 0-3% yaitu Urea 0,87 Kg/pohon, SP-36 0,76 Kg/pohon dan MOP 2,96 Kg/pohon. Saran pemupukan di kelerengan 3-8% yaitu Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,68 Kg/pohon dan MOP 4,3 kg/pohon kemudian di kelerengan 8-15% Urea 0,84 kg/pohon, SP-36 0,49 kg/pohon dan MOP 4,8 kg/pohon.
Copyrights © 2023