Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dan FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan faktor pertama adalah dosis kompos limbah sagu (K) terdiri dari empat level dan faktor kedua adalah FMA (M) yang terdiri dari dua level sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k0m0 (tanpa kompos limbah sagu + tanpa FMA), k0m1 (tanpa kompos limbah sagu + FMA), k1m0 ( 556 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k1m1 (556 gram kompos limbah sagu + FMA), k2m0 (1214 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k2m1 (1214 gram kompos limbah sagu + FMA), k3m0 (1872 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k3m1 (1872 gram kompos limbah sagu + FMA) Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah, berat buah (g), persentase akar terinfeksi (%). Penelitian dilaksanakan mulai Juni hingga September 2014 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dan FMA memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat yaitu pada volume akar dan berat kering tanaman. Pemberian kompos limbah sagu dengan dosis 556 g/10 kg media setara dengan 5 % bahan organik memberikan pengaruh yang efektif terhadap jumlah buah dan dosis 1214 g/10 kg media memberikan pengaruh yang efektif terhadap berat buah tanaman tomat. Kompos limbah sagu 1872 g/10 kg media setara dengan 15% bahan organik dan FMA memberikan hasil persentase infektifitas akar tertinggi yaitu 87,33%. Kata kunci : Kompos limbah sagu, FMA, Ultisol, Tomat
Copyrights © 2015