Kemampuan berpikir kreatif merupakan aspek kognitif yang penting dalam pembelajaran matematika. Peningkatan kemampuan tersebut perlu didukung oleh model pembelajaran yang tepat yang salah satunya adalah model pembelajaran Mood, Understanding, Recall, Detect, Elaborate, and Review (MURDER). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran MURDER dengan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dengan mengambil sampel sebanyak dua kelas di Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Adapun hasil penelitian yaitu Pencapaian dan peningkatan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa yang mendapatkan model pembelajaran MURDER lebih baik dibandingkan dengan konvensional dengan interpretasi peningkatan pada kategori sedang.
Copyrights © 2019