Rumput laut yang banyak dibudidayakan adalah jenis Kappaphycus alvarezii. K. alvarezii mempunyai kandungan karaginan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, makanan, pupuk dan juga dalam bidang farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa ketahanan hidup K. alvarezii warna coklat dan warna hijau yang dibudidayakan pada skala laboratorium. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan dua perlakuan dan empat kali ulangan. Perlakuan pertama adalah bibit K. alvarezii morpotipe hijau dan perlakuan kedua adalah bibit K. alvarezii morpotipe. Hasil penelitian ini adalah tingkat kelangsungan hidup K. alvarezii morpotipe hijau yaitu 26,25% lebih tinggi dari morpotipe coklat. Hal tersebut dapat diartikan bahwa K. alvarezii hijau lebih tahan dari tekanan kondisi lingkungan media budidaya. Panjang talus pada akhir penelitian yaitu pada varietas hijau dan coklat rata- rata 8,5 cm. Hal ini dikarenakan rontoknya talus akibat adanya talus yang memutih. Hal tersebut mengakibatkan perubahan warna pada talus menjadi pucat sehingga memperlambat pertumbuhan rumput laut. Jumlah percabangan rumput laut pada varietas hijau dan varietas coklat tidak terlalu berbeda jauh. Namun rata-rata jumlah percabangan pada varietas hijau lebih tinggi yaitu 91,5 cabang sedangkan pada varietas coklat rata-ratanya yaitu 89,75 cabang. Kesimpulan penelitian ini adalah rumput laut K.alvarezii morpotipe hijau dan coklat yang dibudidaya pada substrat yang sama memberikan pengaruh terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan jumlah talus, namun tidak memberikan memberikan pengaruh pada pertumbuhan.
Copyrights © 2023