Limbah dari berbagai kegiatan masyarakat seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan. Tempat yang padat penduduk seringkali dihadapkan pada permasalahan sampah, diantaranya volume sampah yang melebihi kapasitas daya tampung, manajemen pengelolaan sampah yang tidak efektif, seperti yang terjadi di daerah Wonolelo, Pleret, Bantul. Berdasarkan latar belakang dan analisis situasi diusulkan kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat Tembalang mengenai pengelolaan sampah baik sampah organik maupun anorganik yang berasal dari rumah tangga.Kegiatan pengabdian masyarakat ini didukung oleh partisipasi antara pelaksana kegiatan (Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global) dan pengurus RW Dusun Bojong Wonolelo Pleret Bantul. Kegiatan ini diikuti oleh perempuan warga dusun Bojong Wonolelo Pleret sejumlah 25 peserta. Metode yang digunakan berupa pemaparan materi oleh tim penyuluh menggunakan media PPT dan diberikan video singkat untuk mendukung materi serta ditampilkan produk hasil daur ulang guna meningkatkan pemahaman terkait materi yang disampaikan.Warga dusun Bojong Wonolelo Pleret Bantul memiliki peningkatan pengetahuan terkait pengelolaan sampah organik dan anorganik setelah diberikan penyuluhan. Peningkatan pengetahuan warga karena materi yang disampaikan menarik dan mudah dipahami menggunakan PPT dan video serta penyampaian pemateri lebih mudah diterima oleh warga setempat. Warga juga memiliki semangat dan minat untuk mengelola sampah yang mereka hasilkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomis. Kegiatan pengabdian pengolahan sampah/limbah rumah tangga menjadi bahan bernilai ekonomi berupa pemberian penyuluhan materi teori dan praktek kepada ibu-ibu dusun Bojong di wilayah Dusun Bojong Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta mendapat tanggapan yang sangat baik. Pemberian materi penyuluhan diselingi motivasi untuk berwirausaha membuat para ibu-ibu semakin antusias
Copyrights © 2024