Dalam satu dekade terakhir tampak fenomena feminisasi migrasi pekerja migran Indonesia (PMI). Hal ini terlihat dari trend meningkatnya proporsi perempuan yang menjadi PMI. Setelah selesai masa kontrak kerjanya mereka pulang ke daerah asal atau biasa disebut dengan istilah perempuan purna-PMI dimana pada umumnya mengalami perubahan gaya hidup yang cenderung konsumtif dikarenakan minimnya program pemberdayaan di bidang ekonomi, sosial, dan sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksplanatif yang bertujuan untuk menganalisis aktor dan perannya, jaringannya, dan proses-mekanisme yang bekerja sebagai suatu modalitas pemberdayaan yang dilakukan Nahdlatul Ulama (NU) Cilacap dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi para perempuan purna-PMI. Pengumpulan data primer dilakukan melalui focus group discussion, observasi langsung, dan wawancara mendalam dengan teknik purposive dan snowball. Data sekunder diperoleh melalui telaah pustaka merujuk pada sumber yang kredibel. Berdasarkan studi kasus terhadap para perempuan purna-PMI pada “Forum Warga Buruh Migran (FWBM)”, penelitian ini mengungkapkan beberapa temuan yaitu pertama, NU Cilacap selaku aktor sekaligus agensi pemberdayaan memiliki berbagai peran dan keterampilan. Kedua, modal sosial berupa jaringan sosial merupakan elemen penting dalam terciptanya kemitraan dengan berbagai pihak guna mendukung keberhasilan program pemberdayaan. Terakhir, pemberdayaan perempuan purna-PMI FWBM mengarah pada proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi masyarakat sipil berbasis keagamaan cenderung memiliki komitmen yang kuat terhadap pelaksanaan, keberhasilan, serta keberlanjutan suatu program pemberdayaan perempuan purna-PMI.
Copyrights © 2023