Kebijakan pembangunan kebudayaan muncul sebagai respons atas kekhawatiran akan kekayaan dan identitas bangsa di tengah dinamika perkembangan dunia. Sejak ditetapkannya indeks pembangunan kebudayaan pada tahun 2018, pemerintah terus berupaya memonitor kemajuan kebudayaan bangsa. Namun, dampak pembangunan kebudayaan masih dipertanyakan sementara kajian yang ada masih terbatas. Dengan menggunakan analisis regresi panel data, studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak pembangunan kebudayaan terhadap pembangunan manusia di Indonesia ditinjau dari tujuh dimensi pembangunan kebudayaan selama tahun 2018-2021. Hasil studi menunjukkan bahwa dimensi budaya literasi menunjukkan pengaruh positif terbesar terhadap indeks pembangunan manusia diikuti dengan dimensi warisan budaya dan pendidikan. Namun demikian, dimensi ekspresi budaya justru memberikan pengaruh negatif atau tidak sejalan dengan pembangunan manusia. Adapun tiga dimensi lainnya tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pembangunan manusia. Dengan demikian, diperlukan program peningkatan literasi secara seimbang antara pendidikan formal dan pendidikan kebudayaan, serta pengarusutamaan nilai-nilai budaya bangsa untuk memajukan pendidikan dan melestarikan keanekaragaman budaya Indonesia secara selaras.
Copyrights © 2023