Tulisan ini membahas ungkapan tradisional sebagai refleksi pola pikir masyarakat Manggarai Timur, khususnya etnik Rongga. Tujuannya adalah mengkaji karakteristik bahasa yang digunakan dan makna-makna budaya yang diembannya. Melalui penelitian deskriptif kualitatif dengan menerapkan prinsip etnografi dan pendekatan linguistik kebudayaan, penelitian ini mengungkap fitur linguistik dan fitur tekstual yang menonjol relevansinya dengan makna-makna sosial budaya yang terkait. Data utama penelitian ini adalah ungkapan tradisional yang dipraktikkan etnik Rongga dengan metode pengamatan, wawancara, studi dokumentasi, rekam, dan catat. Data dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional etnik Rongga memiliki ciri-ciri satuan kebahasaan yang khas, tersusun dalam bait-bait pendek dengan ragam bahasa bercorak puitis ditandai dengan penggunaan fitur linguistik berupa pola paralelisme, fonologis dan bahasa kias persamaan, metafora, personifikasi, dan sindiran. Fitur linguistik lainnya yang menonjol menggunakan kalimat bermoduskan desidratif, imperatif, dan indikatif. Secara pragmatis, penggunaan bahasa bercorak puitis ini merupakan strategi komunikatif untuk menciptakan kedekatan ekologi sosial budaya dan memperkuat efek pesan yang disampaikan. Dari dimensi isi mereflesikan makna konseptualisasi yang terpatri dalam pengetahuan etnik Rongga sebagai pola pikir yang memuat makna pesan filosofis meliputi makna religius, sosial, politis, dan didaktis. Oleh karena itu, ungkapan tradisional etnik Rongga memiliki peranan penting sebagai media dokumentasi bahasa dan transmisi nilai-nilai budaya lokal untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda etnik Rongga yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Copyrights © 2023