Permasalahan yang sering muncul kepurmukaan dalam pelayanan parkir kendaraan adalah terjadinya kejahatan pencurian kendaraan bermotor yang disebabkan kurangnya perhatian dalam manajemen data kendaraan berbasis IT. Information Technology memberikan informasi ketersediaan data setiap kendaraan yang sudah terdaftar oleh sistem, dapat dengan mudah mengelompokkan dengan data yang belum menjadi customer tetap misalnya terdapat pada pelayanan publik misalnya zona kampus, pusat perbelajaan dan sebagainya. Sebagian memang sudah menerapkan sistem keamanan menggunakan barrier gate tapi dengan sistem tersebut menjadikan antrian panjang sehingga membuat customer setiap menunggu lama di atas kendaraanya, jika menambah banyak layanan pintu keluar berarti harus menambah terminal validasi data kendaraan waktu keluar dan otomatis menambah pegawainya. Bagaimana jika pelayanan tersebut diterapkan di kawasan kampus yang area pintu masuk dan keluar kendaraan tidak cukup memadai dan petugas parkir tidak melebihi dua pegawai saja dan hanya diamanahkan untuk mengatur dan menyusun kendaraan yang tidak rapi?. Solusi yang tepat dalam permasalahan yang dihadapi demikian adalah dengan membuat sistem informasi parkir dengan sistem layanan sendiri artinya semua data pengguna kendaraan khususnya para mahasiswa, dosen dan staf terlebih dahulu dimasukkan kedalam sebuah database selanjutya media validasi untuk menandakan bahwa kedatangan kendaraan di tempat dengan memberikan kartu parkir dilengkapi dengan barcode sekaligus menjadi milik customers selamanya. Kemudian melakukan transaksi masuk dan keluar kendaraan setiap memasuki area parkir kampus dengan melakukan scan kartu parkir pada terminal layanan yang sudah disediakan. Jika sistem berjalan dengan baik dari sisi perangkat lunaknya (software) dan juga kedisiplinan setiap penggunanya (users) maka pencuri kendaraan akan berpikir beberapa kali dalam melakukan aksinya.
Copyrights © 2024