Abstrak Tingginya prevalensi remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian khusus bagi berbagai pihak, khususnya guru di sekolah. Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Amlapura juga mengalami permasalahan mental hingga menimbulkan perilaku negatif seperti melukai diri sendiri. Guru berusaha membantu siswa untuk mendapatkan solusi terkait permasalahan siswa, namun banyak yang belum terselesaikan dan siswa melakukan perilaku yang serupa. Solusi yang dilakukan dalam menghadapi permasalahan ini berupa pemberdayaan guru dengan melakukan pelatihan untuk meningkatkan peran guru dalam deteksi dini dan penanganan remaja dengan gangguan kesehatan mental. Kegiatan dilakukan pada Januari 2024 dan telah terlaksana dengan baik. Jumlah peserta pelatihan yaitu 60 orang yang terdiri dari guru tetap dan kontrak. Mayoritas guru (78,3%) pernah menemui remaja yang mengalami gangguan mental dengan berbagai gejala dari ringan hingga berat. Rerata pengetahuan guru meningkat 40 poin setelah pelatihan. Sekolah perlu melakukan pelatihan kesehatan mental secara berkala, melakukan edukasi kepada siswa, mengoptimalkan bimbingan dan konseling, serta mengoptimalkan Usaha Kesehatan Sekolah dengan berkolaborasi dengan lembaga kesehatan dan orangtua.
Copyrights © 2024