PT XYZ menghadapi permasalahan penurunan kualitas produk yang disebabkan oleh cacat produksi melebihi batas toleransi optimumnya sebesar 2% per periode selama enam periode berturut-turut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cacat dan penyebabnya serta memberikan rekomendasi strategi aksi untuk penanggulangan dan pencegahan terjadinya cacat tersebut terulang kembali saat proses produksi kain grey di mesin tenun shuttle tipe RRC dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode analisis yang terintegrasi antara fault tree analysis (FTA) dan failure mode and effect analysis (FMEA). Hasil penelitian menampilkan lima jenis cacat mayor pada produk kain grey yang dominan ditemui dengan persentase kumulatif sebesar 80% yang terdiri dari cacat pickbar,ambrol,sobek,benang terputus dikain dan kain terdapat anyaman yang loncat. Teridentifikasi dua belas akar masalah yang menyebabkan kelima jenis cacat tersebut muncul di hasil produksi mesin tenun shuttle RRC. Akar penyebab masalah yang teridentifikasi kemudian dihitung masing-masing nilai risk priority number (RPN) serta dilakukan klasifikasi berdasarkan tiga kelas yang memiliki intesitas risiko dan potensi penyebab cacat tertinggi meliputi kelas A,B dan C. Dua akar penyebab masalah yang memiliki kumulatif persentae 20% dari kelas A teridentifikasi sebagai penyebab utama cacat yang meliputi : permasalahan sepatu sisir tenun kurang pas dan permasalahan rangkaian let off dan take up motion di mesin tenun yang tidak sesuai. Kedua akar penyebab ini memiliki nilai RPN masing-masing sebesar 648. Rekomendasi startegi aksi sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan diberikan pada dua akar penyebab masalah tersebut yang mempunyai persentase penyebab masalah sebesar 20% agar kelima jenis cacat yang memiliki persentase kumulatif dominan sebesar 80% tersebut tidak terjadi kembali.
Copyrights © 2023