Pabrik Tahu X merupakan salah satu pabrik tahu yang ada di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil wawancara bersama pemilik Pabrik Tahu X, Pemilik mengutarakan adanya beberapa masalah yang terjadi di Pabrik Tahu X. Permasalahan utama yang terjadi adalah sering terjadinya keluhan Musculoskeletal Disorder yang diakibatkan oleh postur kerja kurang baik dan fasilitas fisik yang kurang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fasilitas yang dapat memperbaiki postur kerja operator baik ketika mengangkat drum di stasiun penggilingan maupun postur saat berkerja di meja pencetakan tahu. Teori yang digunakan antara lain design thinking untuk perancangan alat bantu kerja di stasiun kerja penggilingan, Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui skor resiko dari postur kerja, Wisha Lifting Calculator (WLC) untuk mengetahui batasan limiting index aktivitas pengangkatan, dan antropometri untuk perancangan fasilitas fisik berupa meja cetak tahu. Pengambilan data dilakukan di area produksi tahu dengan mengambil data ukuran alat, kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan data antropometri aktual. Dari hasil pengolahan data dan analisis terhadap masalah di atas, peneliti memberikan usulan alat bantu kerja untuk menekan skor REBA dan Wisha dan fasilitas fisik yang bisa disesuaikan dengan data antropometri operator.
Copyrights © 2023