Belum lama ini terjadi banyak kasus kebocoran data seperti source code Twitter yang disebar di github, AI milik Meta yang bocor di forum internet hingga data pelanggan indihome yang diduga bocor. Hal ini dapat terjadi karena adanya celah keamanan dalam penyimpanan data. Oleh karenanya pengamanan data menjadi salah satu usaha yang penting untuk menjaga data pribadi / perusahaan sehingga tidak dapat diakses oleh pihak yang tak berwenang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai cara melakukan pengamanan data at rest dengan menggunakan Bitlocker dan Veracrypt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BitLocker dan VeraCrypt masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. BitLocker menawarkan integrasi yang baik dengan sistem operasi Windows dan memiliki dukungan resmi, sementara VeraCrypt adalah perangkat lunak sumber terbuka yang memberikan fleksibilitas dan keandalan. Namun, BitLocker memiliki beberapa keterbatasan dalam hal dukungan platform dan kontrol pengguna, sedangkan VeraCrypt memiliki antarmuka yang lebih kompleks. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi pengguna dan organisasi dalam memilih solusi enkripsi yang sesuai dengan kebutuhan keamanan data mereka.
Copyrights © 2024