This study aims to describe struggle of Nurdiana and Tira, two Indonesian female migrant workers who work in domestic sector in Hong Kong. They are part of thousands of Indonesian migrant workers in this country. Data from BNP2TKI shows that in 2019 only, there were 70,840 migrant workers placed in Hong Kong. Most of them are women. These women work in informal sectors, particularly domestic works. Using life story method, this research is able to find out that the main reason for both Nurdiana and Tira to work in Hong Kong is to fulfill their family needs and support education of their children. Their children are studying in Pesantren. Life story gives chances to both informants to talk more about their work, their relation with employers, family, friends, and challenges they face, including that of COVID-19. Their stories provide an understanding of the real situation faced by these two family heroes. [Studi ini bertujuan menguraikan kisah perjuangan Nurdiana dan Tira, dua orang perempuan pekerja migran yang sedang bekerja di sektor domestik di Hong Kong. Mereka berdua adalah bagian dari puluhan ribu pekerja migran Indonesia di negara ini. Data dari BNP2TKI menunjukkan bahwa pada tahun 2019 saja terdapat 70.840 pekerja migran Indonesia yang penempatannya di Hong Kong. Sebagian besar dari mereka adalah perempuan. Mereka ini bekerja pada sektor informal, khususnya menjadi asisten rumah tangga. Dengan menggunakan metode life story, penelitian ini menemukan bahwa Nurdiana dan Tira bekerja di Hong Kong untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Anak-anak tersebut saat ini sedang belajar di berbagai Pesantren. Life story memberikan kesempatan pada kedua informan untuk menceritakan secara lebih luas tentang pekerjaan mereka, hubungan mereka dengan majikan, keluarga, teman, dan tantangantantangan hidup yang mereka hadapi, termasuk COVID-19. Kisah hidup mereka, memberikan pemahaman tentang situasi ril yang dihadapi para pahlawan keluarga ini.]
Copyrights © 2020