Konsumsi dan investasi merupakan faktor krusial yang perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui kebijakan fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keseimbangan antara pasar uang dan pasar barang untuk menilai potensi kebijakan fiskal yang dapat diterapkan di Indonesia. Pendekatan ini berdasarkan pada beberapa indikator makroekonomi dari data ekonomi Indonesia tahun 1993 hingga 2023, yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah persamaan simultan yang diselesaikan dengan metode Two Stages Least Square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan terjadi pada pendapatan nasional sebesar Rp3012565,759 miliar dengan tingkat bunga 58,5%. Selain itu, kebijakan fiskal saat ini terbukti lebih dominan dalam perekonomian. Model IS-LM yang digunakan dapat menjadi alat penting bagi pemerintah dalam perencanaan kebijakan ekonomi, memungkinkan mereka untuk memprediksi dampak dari keputusan seperti peningkatan pengeluaran pemerintah atau peningkatan jumlah uang yang beredar pada output dan tingkat bunga agregat.
Copyrights © 2024