Penelitian ini berdasarkan pada adanya siswa yang memiliki orang tua tunggal, yang diasumsikan bahwa akan berpengaruh pada resiliensi anak. Oleh karena itu, peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran tentang resiliensi yang dimiliki oleh siswa tersebut. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Pemilihan subyek penelitian menggunakan purposive sampling sejumlah empat subyek penelitian, yaitu dengan usia 16-17 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengisian skala resiliensi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, lalu kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek DA ayahnya meninggal dunia, sedangkan subyek AMR ayahnya pergi dari rumah. Lalu subyek MYF ibunya meninggal dunia. Sementara itu, subyek SL dan NHF kedua orang tuanya bercerai. MYF dan NHF memiliki mampu meregulasi emosi dalam dirinya, sementara DA, AMR, dan SL belum. Subyek DA, SL, MYF, dan NHF mampu melakukan pengendalian gerak, sementara AMR belum. Kelima subyek memiliki kemampuan menganalisis masalah. DA, AMR, dan NHF memiliki rasa optimisme, sedangkan SL dan MYF belum. AMR, SL, MYF, dan NHF memiliki rasa empati pada semua orang, sedangkan DA memiliki empati hanya pada orang-orang tertentu. DA, AMR, MYF, dan NHF memiliki efikasi diri, sedangkan SL belum. Kelima subyek memiliki pencapaian dalam kehidupannya masing-masing.
Copyrights © 2023