Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya jawa terintegrasi dalam proses konseling guna meningkatkan resiliensi mental mahasiswa. Nilai-nilai budaya jawa yang dituliskan dalam “Pitutur Luhur” atau kata-kata yang mencerminkan perumpamaan dalam budaya Jawa dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan. Mahasiswa mengalami masa quarter life krisis dimana berbagai hal dan tantangan mulai bermunculan. Salah satu diantaranya dalam bidang karir. Kecemasan dalam menghadapi karir masa depan akan menghasilkan emosi yang tidak menyenangkan bagi individu yang sedang mempersiapkan karir. Perlu adanya resiliensi untuk menghadapi kecemasan dan quarter life crisis akibat persiapan karir pada diri mahasiswa. Nilai budaya Jawa menjadi pedoman bagi masyarakat Jawa di dalam menjalani kehidupan, namun demikian nilai budaya Jawa juga berisi nilai-nilai luhur yang perlu dimiliki oleh setiap warga negara misalnya sikap tepa seliro (toleransi), bisa rumangsa (empati), sepi ing pamrih rame ing gawe (tolong menolong tanpa pamrih), tata krama (sopan santun dalam berbicara dan berperilaku), wani ngalah luhur wekasane (mampu untuk mengalah), manjing ajur-ajer (mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi sekitar). Konseling berbasis nilai-nilai luhur budaya jawa adalah mengitegrasikan nilai-nilai falsafah Jawa dalam layanan konseling pada mahasiswa. Adanya nilai-nilai luhur budaya Jawa dalam konseling diharapkan mampu menjadi pedoman mahasiswa agar mampu meningkatkan ketahanan atau resiliensi dalam menghadapi permasalahan terutama dalam perencanaan karir.
Copyrights © 2023