Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan budaya literasi di SMA Pertiwi 2 Padang. Pada penelitian ini, metode yang digunakan oleh peneliti adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan ditentukan berdasarkan purposive sampling. Teknik analisis data adalah model Miles dan Huberman (pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, kesimpulan). Teori yang digunakan untuk menganalisa permasalahan ini dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural Talcot Parson, bahwa terdapat syarat-syarat fungsional, yaitu: adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi, latensi. Hasil penelitian ini menunjukan pelaksanaan budaya literasi di SMA Pertiwi 2 Padang pelaksanaan budaya liteasi, terdiri dari bentuk kegiatan pelaksanaan, yaitu Perencanaan, membentuk tim literasi sekolah, menyediakan sarana dan prasarana, menyiapkan pendanaan serta membuat kurikulum atau silabus literasi. Pelaksanaan, program literasi yang dilakukan hari Senin, Rabu dan Jumat selama 45 menit (1 jam pelajaran) dimasukkan dalam pembelajaran sekolah. Evaluasi, evaluasi literasi diadakan setiap satu kali semester. Faktor pendukung pelaksanaan budaya literasi ini adalah sarana dan prasarana yang cukup memadai, kondisi lingkungan sekolah dan dukungan dari yayasan. Faktor penghambat adalah rendahnya minat dan kepedulian peserta didik terhadap pentingnya berliterasi.
Copyrights © 2023