Polycystic Ovarian Syndrome merupakan gangguan hormonal karena disrupsi ovarium, yang menyerang 5-10% perempuan pada usia reproduksi dan dapat menimbulkan komplikasi sistemik antara lain Diabetes Mellitus. Penyakit ini memiliki gejala awal yang tidak spesifik, seperti: ketidakteraturan siklus menstruasi dan jerawat sehingga sering diabaikan oleh remaja putri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri di MA Salafiyah Safinatun Najjah Kabupaten Mojokerto tentang Polycystic Ovarian Syndrome dan bagaimana upaya skriningnya. Edukasi secara luring dengan metode ceramah melibatkan 60 siswi dari kelas X, XI, dan XII. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata sebelum diberi penyuluhan sebesar 47,2 dan setelah diberikan penyuluhan sebesar 82,00. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai p value 0,05 menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Kesimpulan kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui penyuluhan sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Polycystic Ovarian Syndrome dan upaya skriningnya. Implikasi yang diharapkan setelah pelaksanaan kegiatan ini adalah para remaja putri mampu mengenali tanda dan gejala Polycystic Ovarian Syndrome sehingga dapat segera memeriksakan diri dan tertangani. Kata kunci— Polycystic Ovarian Syndrome, pengabdian masyarakat, edukasi
Copyrights © 2023