Menurunnya kemampuan numerasi siswa sekolah dasar di Lombok Barat akibat pembatasan kegiatan pembelajaran selama pandemi berdampak pada hilangnya pengalaman belajar siswa dimana dilaporkan hanya 50% siswa memenuhi standar kompetensi. Salah satu strategi untuk mengatasi Learning Loss adalah melalui kegiatan bimbingan belajar yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan kemampuan dasar siswa, yaitu membantu siswa mempelajari konten materi pembelajaran lainnya yang lebih kompleks. Objek kajian ini adalah siswa kelas 3 SD yang diberikan kegiatan bimbingan belajar pada materi aritmatika dengan pendekatan pembelajaran yang dirancang khusus untuk mengantisipasi Learning Loss yaitu bimbingan belajar melalui pengalaman belajar spasial yang diawali dengan ditemukan bahwa para siswa menggunakan perhitungan aritmatika secara prosedural atau standar baku yang lama, sehingga tingkat kepekaan mereka terhadap bilangan tidak nampak. Oleh sebab itu, para siswa diberikan program mitigasi learning loss melalui tiga program pendampingan yaitu pendampingan awal pengalaman belajar spasial melalui konsep baris dan kolom, implementasi belajar spasial pada konsep aljabar dan pengembangan belajar spasial melalui aturan distributif. Program pendampingan ini menghasilkan bahwa para siswa diberikan kesempatan untuk berpikir mencari banyak solusi dari permasalahan aritmatika dengan melihat hubungan setiap bilangan dan operasinya sehingga pengetahuan para siswa tidak hanya terbatas pada prosedur yang baku dan lama dalam menyelesaikan masalah aritmatika.Kata kunci: Aritmatika, spasial, kepekaan bilangan, sekolah dasar
Copyrights © 2022